Minggu, 10 April 2011

kapan ya??

di tengah kegalauan merekap data pasien,
galau gara2 kesepian
galau gara2 kangen rumah. kangen simbok especially..
and then gaya2an berpusi
ceileeeee

jadi mikir, kapan ya terakhir kali bikin puisi?
hahaha
menulis saja susah, apalagi bikin puisi...

susah bukan berarti nggak bisa kan ya?
bangga nih, udah pernah bikin puisi :D
yaaa, walaupun seringnya gara2 ada tugas Bahasa Indonesia
eh, pernah juga ding, bikin puisi untuk tugas Seni Musik
puisi guwe dijadiin lirik lagu loh... ::tepuk dada
wakakaka

oh, yaaa. seringnya bikin puisi pas akhir bulan Ramadhan
puisi Idul Fitri
buat send to all via sms
dan selalu senang menerima balasan sms nya
mulai dari yang sekedar bilang "sama-sama"
sampai yang balik mengirimkan puisi untuk saya :D

well, menulis puisi tidak semudah yang dibayangkan, ternyata..
butuh stressor psikososial yang cukup kuat
apalagi untuk seorang saya yang tidak punya kepribadian premorbid  sebagai seorang pujangga
yaa, stressor tugas sekolah memang punya pengaruh cukup kuat
pun dengan kebutuhan untuk memohon maaf kepada semua orang di hari Fitri itu..

saya tidak menyangka, kerinduan saya malam ini bakal menjadi stressor buat saya
hahaha
kapan lagi ya, saya punya stressor kayak gini?

ehem.. setelah saya pikir2 -lagi-
puisi2 yang saya bikin gak ada yang nyeritain cinta2an
you know lah, cinta2an ama cowok..
hahaha
ternyata pengalaman cinta saya tidak cukup memberikan stressor untuk saya berpuisi
ah, cinta macam apa itu?? :P
*cinta tembeyan kali ya..

puisi saya kebanyakan -hampir semua, malah- bercerita tentang persahabatan
dan yang terakhir saya buat, itu tentang simbok saya
kata guru Bahasa Indonesia, saya berbakat nulis puisi buat anak-anak
well, saya anggap ini pujian
terima kasih Buk.. hahaha

then, sekarang saya pingin berpuisi lagi
puisi tentang cinta..yang dewasa
*bukan piyik, bukan tembeyan, tapi babon
tapi untuk itu, saya butuh jatuh
bukan sekedar jatuh
saya ingin jatuh jauh ke dalam, dan tidak pernah berhenti
untuk itu saya perlu hati yang tepat. hati yang akan membuat saya selalu jatuh



semoga waktu itu segera datang
karena saya sungguh ingin berpuisi lagi..

*terkadang saya merasa keinginan saya yang satu ini bertentangan doa-doa saya tiap malam
"Allah, jagalah hati saya agar tidak jatuh pada hati saya. Jagalah hati saya untuknya, yang sudah kau sandingkan namanya untuk saya, bahkan sebelum kami berdua dilahirkan. Allah, jangan biarkan saya jatuh terlalu cepat, jika memang waktunya belum tepat. Jadikan kami selalu hambaMu yang senantiasa memperbaiki diri, agar kami benar-benar siap saat hati-hati kami kelak dipertemukan. Sungguh kami ingin bertemu dalam ridhoMu, Ya Allah.."

Allah, apakah saya egois, meminta agar hati itu segera datang?
Ampuni saya, Allah..
saya tahu Engkau telah mempersiapkan hati terbaik untuk saya
"maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?"




-rekap datanya belom selesai. dilanjut nanti deh! hehehe-

I need your smile..

aku rindu..
teh panas buatanmu 
yang selalu menemaniku 
saat ku terjaga terlalu dini

aku rindu..
masakanmu tiap pagi
yang harus selalu kuhabiskan
atau kau tidak akan mengizinkanku berangkat sekolah

aku rindu..
mencium tanganku
sembari mendengarkan kalimat patenmu setiap pagi
"ati-ati, gak usah ngebut"

dan kalimat spesial setiap aku berangkat ujian
"dipikir sek, dieling-eling, gak usah kesusu"

aku rindu..
menghabiskan malam berdua
hanya bersamamu

tapi pasti kau tahu, bertiga akan jadi lebih berwarna
aku juga merindukan kebertigaan kita

apalagi berempat..
ah, tapi yang ini tak mungkin lagi sekarang

aku rindu..
berdua-dua menyusuri jalan
bergandengan tangan
menghabiskan malam minggu yang panjang

I need your smile
because

"Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight"



I need your smile
"And everything's alright,
everything's alright

When I see you smile
I can face the world, oh oh,
you know I can do anything
When I see you smile
I see a ray of light, oh oh,
I see it shining right through the rain
When I see you smile"